Bismillahirrohmanirrohim
Sejak umur 2 bulan, faris mulai terpesona dengan tangannya. Faris suka skali mengamati kedua tangannya, dan mungkin baru menyadari kalau ternyata tangannya bisa bergerak kalau dia mau menggerakkannya.
Seminggu kemudian faris mulai mencoba mendekatkan tanggannya ke mulut. Takut jadi keterusan ngempong jempol, umi selalu mencoba menarik tangan faris, dan mengalihkannya ke objek lain. Usaha ini tidak selamanya berhasil, karena kadang faris nggak mau, jadi nangis deh.
Umi membungkus tangan faris pake sarung tangan, awalnya berhasil, faris bisa seharian nggak memasukkan tangannya ke mulut. Memasuki hari ke 3, faris mulai tahu, meskipun di bungkus, jari-jari itu tetap ada. Jadilah faris memasukkan tangan plus sarungnya ke mulut.
Awalnya, faris memasukkan semua jarinya ke mulut. Sembarang, pokoknya semuanya enak, bisa kanan, kiri, telunjuk, jempol, bahkan kadang seluruh tangan. Lama-lama mulai pilih-pilih. Kalau miring kiri, telunjuk atau jempol tangan kanan yang diemut, begitu juga sebaliknya. Akhirnya faris menemukan jempol favoritnya, yaitu jempol tangan kiri.
Semua saudara abi umi menyarankan untuk menghentikan kebiasaan itu sebelum terlambat, karena tidak baik untuk pertumbuhan gigi, jempol maupun mulutnya. Apalagi kalau sudah jadi hobi, susah menghentikannya. Ada sepupu abi yang baru berhenti ngenyot jempol setelah kelas 1 SMP.
Kadang ngga tega melihat faris nangis karena nggak boleh ngenyot jempol, tapi ini untuk kebaikannya juga kan? Beberapa cara mengalihkan perhatian dari aktifitas ngenyot jempol yang pernah abiumi coba adalah :
Segera menyusui faris begitu mulai ngenyot jempol. Kalau bangun tidur nggak ketahuan, faris nggak nangis, tapi ngenyot jempol. Kalau kebetulan umi denger suara kenyotannya, umi bangun dan menukar jempolnya dengan putting susu, alhamdulillah berhasil. Kalau nggak denger, dan kebetulan lagi capek banget, faris sukses ngenyot sampai pagi, tanpa diganggu (.
Jempol dan telunjuk direkatkan pake isolasi. Beberapa menit pertama berhasil, tapi Alhamdulillah, faris diberi kemampuan oleh Allah untuk melepaskannya, padahal usianya belum ada 4 bulan. Jadilah ia mendapatkan jempolnya bebas untuk dikenyot lagi.
Menutupi tangan dan badan faris dengan kain panjang. Faris jadi sibuk melepaskan diri dari kainnya, sehingga lupa untuk ngenyot jempol. Cara ini lumayan sebagai permainan edukatif bagi faris, bagaimana ia bisa keluar dari tutupan kain, dan mendapatkan tangannya kembali. Semacam problem solving gitu deh
Teether. Menjelang 4 bulan, Faris mulai suka memasukkan barang apapun kemulutnya, untuk kemudian digigitnya. Mulai saat itu umi kepikiran untuk memberinya teether. Awalnya abi khawatir kalau teether itu malah akan dijadikan faris pengganti empeng, dalam artian dikenyot, bukannya digigit. Alhamdulillah nggak sampai sehari, Faris sudah bisa menggunakan teether sebagaimana mestinya.
Demikian perjalanan panjang melepaskan faris dari kebiasaan ngenyot jempol. Mana yang paling efektif, kami tidak bisa menjamin, yang jelas, ketika sudah aktif menggigit semua benda yang masuk mulut, faris mulai jarang ngenyot jempol. Mungkin sudah merasakan sakitnya jempolnya digigit dengan gusinya.
22 Juli 2008
Ngenyot Jempol
Tumbuh Gigi
Bismillahirrohmanirrohim
Faris mulai hobi memasukkan benda kedalam mulut dan menggigitnya sejak usia 4 bulan. Saat itu banyak air liur yang keluar, dan badan faris juga terasa agak hangat / sumeng. Abi Umi mengira faris sudah mau tumbuh gigi, karena berdasarkan artikel yang umi baca, hal2 diatas adalah tanda-tanda bayi akan tumbuh gigi.
Untuk membantu meringankan gatal digusi faris, sekaligus untuk merangsang tumbuhnya gigi, Abi membelikan faris Teether. Itu lho, mainan yang bahannya dari karet, yang fungsinya untuk digigit-gigit. Teether yang didapatkan faris warnanya biru kehijauan, bentuknya oval, dengan dua tekstur permukaan. Bergerigi dan bergelombang.
Awalnya faris sempat bingung, buat apa benda itu? Tapi setelah diajari dan dibantu abi umi, faris bisa memainkannya sendiri. Mulanya umi yang pegang teethernya, faris tinggal menggigit-gigit saja. Lama-lama faris bisa megang sendiri, dan asik menggigitinya.
Hampir 2 bulan usia teether faris, tapi belum satupun gigi yang muncul. Faris mulai bosan, dan menggunakan benda apa saja untuk digigitnya, kala gusi terasa gatal. Kadang bola, selimut, handuk, jilbab umi, tangan abi, kabel, sendok, gelas, piring, bahkan HP pun nggak lepas dari gigitan faris.
Abi umi mulai mencari2 teether yang lain, akhirnya didapatkanlah teether yang baru, yang di dalamnya berisi air, dan dibagian yang lain ada mainan krincingannya. Faris menyukainya, karena bisa sambil mainan yang menimbulkan bunyi yang menarik.
Alhamdulillah, nggak sampai satu bulan, sudah terlihat putih2 di gusi bawah faris. Tanggal 10 Juni 2008, saat usia faris 6 bulan 10 hari, tumbuhlah gigi pertama faris. Semakin hari makin terlihat jelas gigi faris, seminggu lebih umi menanti tumbuhnya gigi di samping gigi pertama faris, yang ditunggu nggak kunjung dating. Hingga akhirnya, suatu siang umi memeriksa gusi atas faris, ternyata eh ternyata, gigi kedua faris bakalnya tumbuh di gusi atas.
Tanggal 24 Juni tumbuhlah gigi faris yang kedua, di gusi atas. Umi sempat heran juga, karena biasanya kan anak tumbuh gigi itu sepasang-sepasang, atas semua atau bawah semua. Setelah Tanya sana sini, akhirnya hilanglah kekhawatiran umi, kan memang setiap manusia itu individu yang unik, jadi nggak ada yang sama persis.
Tanggal 12 Juli gigi ketiga faris tumbuh, disusul kemudian gigi keempat pada tanggal 15 Juli. Alhamdulillah, disaat usia faris 7,5 bulan, Allah telah menganugerahkan 4 buah gigi.
19 Mei 2008
Jatuh, Gubrak......
Bismillahirrohmanirrohim
Seperti biasa, menjelang tidur malam aku dipijitin abi, nenen ke umi, guling ke kanan, guling kiri, baru akhirnya tidur.
2 jam lebih Umi menemaniku tidur, kebetulan hari itu aku nggak begitu capek, jadi tidurku agak tenang. Padahal, biasanya kalau tidur aku muter ke sana kemari, hingga seluruh kasur kujelajahi, sampai-sampai abi dan umi harus mengalah, pindah posisi.
Menjelang tengah malam, umi keluar kamar, menengok abi yang masih di depan computer. Setelah beberapa saat di luar, tiba-tiba listrik mati, abi dan umi tetap diluar, karena merasa posisiku aman, sebelumnya abi dah menaruh guling di tepi tempat tidur.
Aku bangun, tidak mendapati siapapun di sampingku, mana gelap lagi. Akhirnya aku membalikkan tubuhku, nggak tau berapa kali, yang jelas tiba-tiba aku sudah mendarat di lantai. Terdengar suara gedebug, disusul Aku menangis keras, umi langsung loncat, mencariku dalam gelapnya malam. Ditemukannya aku telungkup di lantai. Umi langsung mengggendongku, menimang2, sambil menangis. Alhamdulillah aku nggak papa, sebentar kemudian diam, dinenenin umi, lalu tidur lagi.
Semoga peristiwa ini bisa diambil hikmahnya, abi umi jadi semakin waspada dalam menjagaku, karena aku sudah banyak sekali bergerak, dan akupun bisa lebih berhati-hati dalam memilih tempat untuk mendarat :)
My First Swimming
Bismillahirrohmanirrohim
Sejak membaca artikel yang berjudul " BERENANG BIKIN IQ TINGGI", abi dan umi sudah nggak sabar mau mengajakku berenang. Memang, saat di dalam kandungan, abi dan umi sering mengajakku berenang, tapi sejak aku lahir, aku belum pernah diajak berenang.
Hari Sabtu adalah hari yang ditunggu2, karena selain abi libur, biasanya kolam renang masih sepi, tidak seperti hari minggu, yang rame dari pagi sampai sore hari.
Jadilah 17 mei ini jadi hari pertama aku nyemplung ke kolam renang. Hiiiiiii dingin….. ya iyalah, aku merasa kedinginan, orang biasanya aku mandi pake air hangat yang agak2 panas.
Awalnya aku sempat mau menangis, untungnya ada umi dan abi yang setia menemaniku. Umi memeluk erat tubuhku, untuk selanjutnya dengan pelan-pelan, aku mulai dibasahi dengan air, mulai dari kaki, tangan, badan, hingga akhirnya seluruh tubuhku basah dengan air kolam.
Setelah beradaptasi sebentar dan mulai nyaman, aku mulai ngoceh, dengan memainkan ludah di mulutku. Pelajaranpun dimulai, Abi memegangi kepalaku, umi memegangi kakiku, secara pelan2 umi melepaskan pegangannya, tapi kakiku belum bisa mengambang. Setelah dicoba berkali-kali, akhirnya kakiku bisa mengambang, tapi kepalaku masih tetap ditopang oleh abi.
Tak terasa, sudah setengah jam lebih aku di dalam air, berhubung hari mulai panas, dan seluruh badanku mulai biru karena kedinginan, kami mengakhiri acara renang kami. Umi langsung melepas pakaianku, dan membalur tubuhku dengan minyak telon, ganti baju, nenen, terus tidur deh.
Pengalaman pertama yang tak kan terlupakan, abi berjanji untuk melanjutkan pelajaran renang minggu depan. Semoga dikabulkan oleh Allah ya.
20 April 2008
Idul Adha
Bismillahirrohmanirrohim
Nggak sampai sepuluh hari di sampit, abi dah pulang lagi. Kata umi, malam ini abi akan datang, tapi kok nggak sampai2 ya? aku dah kangen nih. Ternyata abi tidur di Mranggen, di rumah mbah roko rayi.
Pagi2 sekali2 abi datang, padahal aku ma umi belum mandi lho, habisnya masih dingin sih. Seneng sekali, akhirnya aku bisa ketemu abi lagi. Kata abi, kalau ada abi, aku boleh minta gendong, kalau nggak ada abi nggak boleh, kasihan umi, ntar kecapean gendong aku. Siang hari abi dah tindak ke mranggen lagi, katanya mau nganter mbah rayi beli kolkas. Menjelang malam, baru pulang ke jumo lagi.
20 desember, hari ini Idul Adha, salah satu hari raya umat islam, atau sering juga disebut idul qorban. Pagi-pagi sekali semua orang di rumah sudah sibuk. Ternyata mereka siap2 mo melaksanakan sholat id. Aku juga nggak mau ketinggalan, meski usiaku baru 20hari, umi tetap mengajakku menghadiri sholat idul adha.
Berhubung aku akan ikut sholat id, umi memakaikan popok plastik ke aku. Awalnya ngerasa geli, karena di dalam popokku ada lapisan yang disebut lampin. Tapi demi kenyamanan dan kesucian semuanya, aku manut aja. Alhamdulillah hari sebelumnya hujan, jadi lapangannya becek. Kebiasaan di Jumo, kalau lapangannya becek, sholat Id dilaksanakan di jalan raya depan rumahku. Jadi umi nggak perlu berjalan jauh, kan luka bekas operasinya belum sembuh benar.
Umi membawaku dengan menggunakan kereta dorong, supaya nggak capek nggendong. Begitu keluar dari pintu, wah.... subhanalloh, orangnya sudah banyak sekali. Malu juga sih diliatin banyak orang, rumahnya deket kok keluarnya belakangan, lagipula umi mesti melewati pinggiran shof laki2. Berhubung umi masih nifas, umi nggak ikut melaksanakan sholat, cuma berdiri di pinggiran dan mendengarkan khotbah. Aku juga khusuk mendengarkan khotbah lho......, buktinya aku nggak nangis kan.
Seusai khotbah, aku dikerubuti dan diciumi banyak orang. Mereka adalah saudara2 dari keluarga besar mbah uti. Sampai di rumah, kakak farah fero datang bersama pakde bude. Tapi pakde jadi panitia Idul Adha di Gandu, bude jadi panitia Idul Adha di rumah sakit, jadi kakak farah ditinggal di rumah mbah uti.
Mbah kakung putri jadi panitia Idul Adha di jumo, sedangkan abi ke mranggen, nungguin penyembelihan hewan qurban, karena abi umi qurbannya di mranggen. Jadilah aku dan umi di rumah cuma berdua. Untungnya nggak lama kemudian bulek ika datang, katanya disuruh mbah uti jemput aku sama umi, daripada di rumah kesepian.
Ternyata benar, di sekitar masjid dan rumah mbah roh, ramai sekali, nggak seperti di rumah. mas-mas, mbak-mbak, bapak-bapak, ibu-ibu, semuanya ngumpul jadi satu, bergotong royong memperingati Idul Qurban. Ada yang menyembelih sapi, kambing, ada yang mengulitinya, ada yang motong2, ada yang masak, ada yang ngangkut batu pasir, ada yang membagikan makanan minuman, dan sebagainya. Pokoknya hari itu semuanya kerja bakti, mengorbankan apa yang mampu mereka korbankan.
Di rumah mbah roh, berkumpul banyak sekali saudara-saudaraku ada kak farah, mbak zumni, mas zain, mas fat, pakde turin, mbak khonsa, mas irham, bulek ika, bulek ela, bulek ulin, mas albert, dan juga banyak ibu2 yang sedang masak daging kambing, untuk dibagi-bagikan ke orang2 yang kerja bakti.
Bau kambing tercium dimana-mana, beberapa ibu nggak berani menyentuhku, takut aku muntah kalau mencium bau kambing. Tapi aku kuat kok, beberapa jam sebelum aku lahir saja umi makan gulai kambing, trus waktu aqeqahanku, umi juga makan daging kambing, makanya aku sudah nggak kaget. Lagian kan daging kambing itu enak dan menyehatkan badan.
18 April 2008
Jalan-jalan
Bismillahirrohmanirrohim
8 Desember 2008, Hari kedelapan Faris menghirup udara bumi
Sejak masih di rumah sakit, abi dah di sms temennya, suruh cepet2 berangkat ke Sampit, karena dah kelamaan ijinnya. Awalnya abi mau pulang tanggal 7 desember, sekalian ambil cuti panjang, Idul Adha, Natal dan tahun baru. Berhubung Umi dah mulai bukaan 1 sejak tanggal 22 november, jadilah abi pulang tgl 23, ijin dari kantor, sampai waktu yang belum jelas. Banyak yang heran dan bertanya2, ijin kok lama banget?
Setelah dipertimbangkan masak2 dan minta masukan dari sana-sini, akhirnya abi memutuskan untuk berangkat tgl 9. Sebenarnya abi belum tega meninggalkan umi dan aku, tapi demi tugas dan amanah, abi rela berangkat, toh dirumah ada mbah kakung, mbah uti, mbah mi dan bulek ela yang menemani. Mbah roko rayi juga nggak jauh rumahnya.
Eh iya, sejak masih di rumah sakit, tamu yang menjengukku banyak lhooo, apalagi setelah pulang ke rumah, nggak bisa dihitung deh. Seneng sih, itu berarti banyak yang perhatian padaku, serta menunggu-nunggu kelahiranku, hehehe. Pas tanggal 7, di hari aku dipotongkan 2 ekor kambing sebagai aqeqah, tamu yang hadir lebih dari 100 orang. Sampai2 umi kecapean.
Tanggal 8 pagi, abi menimbangkan rambutku, agar bisa diukur, berapa uang yang harus dikeluarkan sebagai sedekah. Sementara itu, umi dipijit ama mbah genuk, karena kecapean kemaren.
Ba'da dhuhur, abi mengajak umi, aku, kakak farah dan kakak fero jalan2. Tadinya cuma mau ke Ngadirejo atau Parakan. Setelah sampai Parakan, dan membelikan anting2 dan kalung untuk umi, abi mengajakku jalan2 ke kebun teh, di Tambi, kabupaten Wonosobo.
Subhanalloh, udaranya segar sekali. Sejauh mata memandang terlihat hamparan pepohonan teh, bagaikan permadani hijau yang sangat luas. Di sebelah kanan jalan gunung sindoro, sebelah kiri gunung sumbing. Kakak farah fero senang sekali, mereka menyanyikan lagu naek naek ke puncak gunung. Aku juga senang, makanya aku nggak rewel, tidur terus dipangkuan umi. Oh ya, aku sempat terbangun waktu sampai parakan, karena popokku basah dan kotor kena pup, padahal umi nggak membawa popok ganti, akhirnya popokku dilepas, ditutup pake bedong dan pembungkus, nenen sebentar, lalu akupun tidur lagi.
Pulangnya kami mampir beli mie ayam wortel&bayam di Ngadirejo, sekalian beli pisau cukur, untuk membersihkan sisa rambut di kepalaku. Waktu abi mau markir mobil, nggak sengaja nyenggol motor, jadilah sore itu kami berurusan dengan pemilik motor, untuk selanjutnya menserviskannya. Ternyata pemilik bengkelnya temennya umi, jadi motornya kami titipkan aja kedia, nanti kalau sudah selesai biar dia datang kerumah minta uangnya.
Sampai rumah, udah ada beberapa tamu yang telah menunggu cukup lama. Mereka bertanya, kami darimana? dikiranya habis kontrol ke RS, ternyata cuma jalan2. Mereka heran, bayi seumuranku kok dah diajak pergi jauh. Memang di tempatku, nggak lazim bayi diajak jalan2. Jadilah aku bayi umur 8 hari pertama di daerahku, yang diajak jalan2 ke kebun teh. Alhamdulillah aku kuat, nggak sakit, abi&umiku juga senang.
Besoknya abi berangkat ke sampit. Suasana haru menyelimuti keberangkatan abi, umi aja sampai nangis melepas keberangkatan abi, mbah rayi juga tampak berkaca-kaca menahan tangis. Tapi aku nggak nangis, digendong mbah uti, lagian emang aku belum tau sih, hehehe
17 April 2008
Indahnya Dunia
Bismillahirrohmanirrohim
10 Desember 2007 adalah waktu yang diperkirakan oleh bidan dan dokter sebagai hari kelahiranku. Abi&umi juga taunya aku bakalan lahir tanggal 10, sehingga abi merencanakan ambil cuti mulai 7 Desember. Semua itu hanyalah perkiraan manusia, hanya Allah yang bisa menentukan, kapan manusia Lahir, meninggal, berapa rejekinya dan susah senangnya.
Ternyata Allah telah menetapkan bahwa aku akan dilahirkan hari jum'at tanggal 30 November 2007, sekitar jam 7 malam, di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung, melalui operasi caesar. Karena sudah ba'da maghrib, maka terhitung tgl 22 Dzulqo'dah 1428 Hijriyah.
Selama aku di dalam kandungan, umi nggak kurang-kurangnya melakukan berbagai latihan agar aku bisa lahir secara normal dan lancar, seperti jalan-jalan, renang dan senam. Kembali lagi pada taqdir, Allah memilihkan operasi caesar sebagai jalan lahirku. Sudah 3 minggu umi merasakan sakitnya kontraksi, dan sudah 1 minggu umi mengeluarkan darah sebagai tanda awal persalinan.
Tapi pas tgl 30 itu, umi tidak merasakan adanya kontraksi, padahal kantung ketuban sudah pecah, dan airnya sudah banyak yang keluar. Aku masih ingin di dalam perut umi kali ya, sehingga aku nggak mau mendorong keluar. Habisnya, di perut umi enak sih, diajakin kemanapun umi pergi.
Pak dokter khawatir aku kekeringan dan nggak akan bisa keluar melalui jalan lahir yang semestinya, sehingga menawarkan solusi operasi pada abi, mbah uti dan bude mimin. Jadilah malam itu aku dikeluarkan dari perut umi dengan cara perut umi dibedah. Kasihan umi kesakitan, makanya aku langsung menangis.
Bu bidan membersihkan tubuhku, kemudian menyerahkanku kepada keluargaku. Abi mengumandangkan adzan di telinga kananku, dan iqomah di telinga kiri, seneng deh, aku mendengarkan kalimat tauhid untuk pertama kalinya. Oh ya, abi juga mentahnikku pake kurma, itu lho mengusapkan kurma yang telah abi kunyah ke langit2 mulutku. Sayangnya umi nggak bisa menemaniku di detik2 awal kehadiranku di dunia, karena masih harus nunggu dokter menyelesaikan menjahit perut umi.
Sudah hampir 2 jam nih, umi mana ya?kok aku belum digendong. Disekelilingku bayi2 laen, serta bu bidan dan perawat2 yang belum kukenal. sebenarnya aku belum lapar, tapi aku kangen sama umi. Umi....... kupanggil2 kok nggak nyahut juga ya. Mau bilang ma bu bidan, mereka nggak ngerti bahasaku. Mereka malah kebingungan, digendongnya aku, tapi aku kan maunya sama umi. Syukurlah umi tadi dah pesen supaya aku nggak dikasih susu formula, jadi aku cuma digendong2 aja.
Alhamdulillah ada yang berinisiatif untuk bilang ke umiku, klo aku nangis. Setelah umi mengijinkan, bu bidan membawaku ke kamar umi. Disana kulihat umi masih kesakitan, kasihan ya, aku mau menghiburnya ah. Umi memberiku kolostrum dari payudaranya, kucicipi sedikit aja, lalu tidur, karena aku tahu umi sakit dan capek. Ternyata usahaku nggak sia2, umipun tampak lebih tenang dari sebelumnya, dan bisa istirahat.
Hari kedua, aku merasakan tubuhku capek sekali, karena tidur telentang terus dan dibedong, kumiringkan kepalaku ah. Wah ternyata enak, tapi kok mbah2 itu pada bingung ya?emangnya aku belum boleh miring to.
Hari ketiga, badanku sudah bener2 capek nih. Bedongku dibuka, wah kesempatan nih, aku miringkan tubuhku. duh nyamannya. Lagi2 yang melihatku heran, kok bayi merah tidurnya miring? emangnya ada yang salah? Allah mengijinkan aku miring kok, jadi nggak papa kan?
Hari keempat, tali pusarku lepas, alhamdulillah, akhirnya aku bisa melewati malam2 yang menyakitkan itu. Umiku juga sudah mulai bisa jalan. Insya allah sebentar lagi aku boleh pulang nih.
Hari kelima, seorang perawat mengatakan kalau aku agak kuning, sehingga perlu untuk dijemur. Untungnya umi sudah bisa jalan, jadi aku didorong umi untuk berjemur, di ujung lorong rumah sakit. Pagi ini abi sedang beli kambing. Rencananya kami akan pulang menjelang dhuhur, setelah abi menjemput.
Hari keenam, tinggal di rumah mbah jumo, umi belum bisa memandikanku, karena masih sakit, jadi mbah uti yang memandikanku. Kalau aku pipis, umi sudah bisa mengganti popokku, kadang juga abi, tapi karena abi masih grogi, jadinya ganti bajunya lama, akupun menangis. Akhirnya abi jadi takut nggantiin bajuku, maafin aku ya bi.
Hari ketujuh adalah hari yang ditunggu2. Rosulullah mensyariatkan umatnya untuk memotong kambing untuk aqeqah, memberi nama dan mencukur rambut pada hari ketujuh. Pagi2 orang2 sudah berdatangan kerumah, mempersiapkan aqeqahanku. Ada yang motong kambing, masak ayam, bungkus kue, dan sebagainya. Pokoknya semua orang sibuk. Di hari inilah aku diberi nama
Kata abi, sunnahnya memberi nama itu cuma satu kata. Coba aja lihat, nama para nabi dan sahabat, rata2 cuma satu kata kan? Makanya abi memberiku nama FARIS, meski yang banyak yang nanya, kok cuma satu kata? padahal saudara2 yang laen rata2 pake 2 atau 3 kata, ya kan kita mengikuti sunnah?. Kalau di dalam kamus bahasa arab al munawir, faris itu artinya penunggang kuda, sedangkan kalau dibuku nama2 anak yang umi beli, faris artinya orang yang memperoleh kemenangan.
Makasih abi, makasih umi, faris diberi awal yang baek dalam menikmati indahnya dunia ini. Jazakumulloh khoir ya, semoga kita tetap bisa melaksanakan sunnah, dan memperoleh kebahagiaan dunia akhirat ya bi, mi.
15 April 2008
Jatuh
Seperti biasa, menjelang tidur malam aku dipijitin abi, nenen ke umi, guling ke kanan, guling kiri, baru akhirnya tidur.
2 jam lebih Umi menemaniku tidur, kebetulan hari itu aku nggak begitu capek, jadi tidurku agak tenang. Padahal, biasanya kalau tidur aku muter ke sana kemari, hingga seluruh kasur kujelajahi, sampai-sampai abi dan umi harus mengalah, pindah posisi.
Menjelang tengah malam, umi keluar kamar, menengok abi yang masih di depan computer. Setelah beberapa saat di luar, tiba-tiba listrik mati, abi dan umi tetap diluar, karena merasa posisiku aman, sebelumnya abi dah menaruh guling di tepi tempat tidur.
Aku bangun, tidak mendapati siapapun di sampingku, mana gelap lagi. Akhirnya aku membalikkan tubuhku, nggak tau berapa kali, yang jelas tiba-tiba aku sudah mendarat di lantai. Terdengar suara gedebug, disusul Aku menangis keras, umi langsung loncat, mencariku dalam gelapnya malam. Ditemukannya aku telungkup di lantai. Umi langsung mengggendongku, menimang2, sambil menangis. Alhamdulillah aku nggak papa, sebentar kemudian diam, dinenenin umi, lalu tidur lagi.
Semoga peristiwa ini bisa diambil hikmahnya, abi umi jadi semakin waspada dalam menjagaku, karena aku sudah banyak sekali bergerak, dan akupun bisa lebih berhati-hati dalam memilih tempat untuk mendarat :)